107 Warga Terserang DBD, Seorang Meninggal

Warga Diminta Waspada

BLORA (wartablora.com)—Seluruh warga Blora diminta waspada dengan serang Demam Berdarah Dengoe (DBD) menyusul akhir-akhir ini cuaca dinilai cukup ekstrim untuk memacu meningkatnya serangan penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk Aedes Aegypti itu.

Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, selama tahun 2017 hingga akhir Desember ini, jumlah kasus DBD di Blora sebanyak 107 kasus, dari kasus itu seorang penderita diantaranya meninggal dunia.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Blora, Edi Sucipto SKM, ketika dikonfirmasi membenarkan jika selama tahun 2017 jumlah kasus DBD di Blora mencapai 107 kasus.

"Dari jumlah kasus itu seorang penderita diantaranya meninggal dunia," jelasnya, Minggu (31/12/2017).

Dijelaskan, jumlah kasus DBD tersebut terjadi di bulan Januari sebanyak 15 kasus, Februari 11 kasus, Maret 5 kasus, April 4 kasus, Mei 5 kasus, Juni 6 kasus, Juli 1 kasus, Agustus 5 kasus, September 13 kasus, Oktober 2 kasus, November 15 kasus, dan di bulan Desember sebanyak 25 kasus.

Grafis Data

Dibanding tahun 2016, serangan kasus DBD di Blora menurun, dimana waktu itu di awal bulan saja jumlah kasus mencapai 124 kasus. Ditahun 2016, hingga tanggal 10 Februari, jumlah korban meninggal di Blora akibat serangan DBD menjadi 4 orang.

Menurut Edi Sucipto,  untuk 10 kecamatan yang jumlah kasus DBD-nya tegolong tinggi, masing-masing, Kecamatan Blota Kota 15 kasus, Tunjungan 8 kasus, Bogorejo 6 kasus, Jepon 6 kasus, Cepu sebanyak 5 kasus, Ngawen 5 kasus, Randublatung 5 kasus, Japah 5 kasus, Jiken 4 kasus dan Bogorejo 2 kasus. (*)