Cegah penularan melalui limbah, DLH Blora pantau B3 medis

Foto: wartablora.com

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora ditemani petugas dari Klinik Bhakti Padma melakukan pengecekan pengolahan limbah B3 medis, (Kamis, 11/6/2020).

Kamis, 11 Juni 2020 16:52 WIB

BLORA (wartaSehat)—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora memantau pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) medis di Klinik Bhakti Padma di Jalan Raya Blora-Randublatung Blora, (Kamis, 11/6/2020). Klinik ini dipakai pemerintah untuk merawat dan mengisolir warga yang terinfeksi virus covid-19. Pemantauan dilakukan DLH sebagai upaya turut memerangi penyebaran dan penularan pandemik korona ini.

"Sudah seusai dengan prosedur pengelolaan limbah B3 medis," sebut Dewi Tedjowati, Kepala DLH Kabupaten Blora.

Pantauan dilakukan petugas mulai dari proses awal hingga pengangkutannya.

"Kami pantau mulai dari tempat sampah, pengambilan, pengemasan, penyimpanan di Cold Storage sampai pengangkutan oleh transporter Limbah B3, semua sudah sesuai dengan prosedur yang ada" paparnya.

Disampaikannya, sejak awal kemunculan virus di Kabupaten Blora pada minggu ketiga April, DLH Kabupaten Blora segera melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi penyebaran yang meluas melalui limbah-limbah medis.

"Apalagi virus ini bisa menular melalui limbah B3. Maka DLH konsen dengan pengelolaan limbah B3 medis di rumah sakit-rumah sakit di Kabupaten Blora. Upaya yang dilakukan DLH Kabupaten Blora adalah memastikan jangan sampai limbah B3 medis menjadi media penyebaran virus tersebut di Kabupaten Blora," ujarnya.


Selain itu DLH Blora juga sudah mendistribusikan 100 tempat sampah khusus sampah potensi covid-19, dan 400 kemasan plastik khusus sampah potensi covid-19 di kecamatan-kecamatan zona merah di Kabupaten Blora.

"Harapan kami fasilitas kesehatan di Kabupaten Blora benar-benar serius dalam mengelola limbah B3 medisnya. Apalagi dari hasil pendataan selama masa pandemi ini, timbulan limbah tersebut ada kenaikan signifikan. Jika di tahun 2019 limbah B3 medis mencapai 30.543 kg, di tahun ini baru 5 bulan berjalan limbah B3 medistelah capai 38.077,34 kg; dengan rincian 35.529,34 kg limbah B3 medis dan 2.412 kg limbah B3 medis covid-19, serta 136 kg sampah potensi covid-19," jelasnya.

Dari data teranyar, hingga Kamis ini pukul satu siang, jumlah OTG masih ada 129, ODP 29, PDP masih ada 4 yang diawasi, dan rapid-test reaktif ada 122 orang. Untuk positif covid-19 masih tetap 30 kasus; rinciannya 3 meninggal, 5 sembuh dan 22 masih dirawat di Klinik Bhakti Padma. ***