Selasa, 02 Desember 2025 21:13 WIB
BLORA (wartablora.com)—Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora meminta jajaran pemerintah di kecamatan dibantu tentara dan polisi untuk mendorong warga sadar kesehatan dengan melakukan cek mandiri ke fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat. Fasilitas-fasilitas kesehatan ini di antaranya puskesmas terdekat yang menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama. Permintaan ini didasari antusias warga yang masih kurang untuk melakukan cek kesehatan mandiri guna memantau kesehatan masing-masing dalam periode waktu tertentu. Demikian disampaikan Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora Prih Hartanto usai menghadiri minilokakarya yang digelar UPTD Puskesemas Bogorejo, Selasa, 2 Desember 2025.
"Jadi setelah kami mengikuti minilokakarya ini ada temuan permasalahan yang ada di lapangan. Ternyata antusias warga untuk cek mandiri ke layanan kesehatan masih kurang. Kebanyakan warga merasa kondisi kesehatan mereka baik-baik saja. Padahal baik tidaknya kesehatan mereka, terutama penyakit dalam adalah dengan melakukan cek kesehatan secara mandiri," katanya kepada wartaSEHAT wartablora.com.
Dalam kesempatan minilokakarya yang pesertanya terdiri camat, danramil, kapolsek, hingga lintas sektor ini digunakan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora meminta bantuan mereka untuk melakukan sosialisasi pentingnya cek kesehatan mandiri.
"Jadi kalau ada setiap momen acara di kecamatan atau desa, forkompincam bisa bantu sosialisasi dan mobilisasi warga untuk mau melakukan cek kesehatan secara mandiri di puskesmas," katanya.
Forkompincam adalah forum komunikasi pimpinan di kecamatan. Pimpinan ini ada pimpinan pemerintahan, yakni camat; kemudian pimpinan tentara, yakni komandan rayon militer' dan pimpinan polisi, yakni kepala kepolisian sektor.
Selain forkompincam, peserta dalam minilokakarya ini lintas sektor yang terdiri PKK kecamatan, Korwil Dinas Pendidikan, penyuluh lapangan keluarga berencana, penyuluh pertanian, KUA, dan semua kepala desa dan bidan desa yang ada di Kecamatan Bogorejo.
"Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora juga meminta Puskesmas mendatangi perkumpulan olah raga dan event-event berkumpulnya masyarakat dari kegiatan lintas sektor untuk cek kesehatan gratis," imbuhnya.
Minilokakarya ini digelar setiap 3 bulan di puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah kesehatan Kabupaten Blora.
"Ini minlok terakhir," ujarnya.
Tujuannya untuk monitoring perkembangan puskesmas terhadap pencapaian 12 program standar pelayanan minimal (SPM). Dua belas program ini adalah pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV.