Ini 3 temuan penyakit yang dominan di masyarakat Blora

Foto: Gatot Aribowo

Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora menggandeng Badan amil zakat nasional (Baznas) Kabupaten Blora mengadakan cek kesehatan gratis di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Selasa, 25 November 2025 20:21 WIB

BLORA (wartablora.com)—Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora hingga awal pekan ini telah melayani lebih 630 ribu orang untuk cek kesehatan gratis. Cek kesehatan gratis yang telah dilangsungkan 10 bulan ini menemukan 3 penyakit teratas yang dominan diderita masyarakat. Penyakit teratas ini adalah diabetes melitus yang menduduki teratas paling banyak diderita masyarakat Kabupaten Blora. Selanjutnya disusul kolestrol dan darah tinggi.

"Memang ini terkait pola atau gaya hidup dari masyarakat terkini. Dominan penyakit tidak menular yang diderita masyarakat adalah diabetes melitus, kolestrol, dan darah tinggi untuk rentang usia produktif, 18 hingga 60 tahun," kata Prih Hartanto, Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora, Selasa, 25 November 2025 usai mengadakan cek kesehatan gratis bersama Baznas Kabupaten Blora di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Cek kesehatan gratis merupakan program pemerintah yang diluncurkan sejak Februari 2025. Target nasional cek kesehatan gratis ini hingga akhir tahun harus mencapai 80 persen dari target sasaran di tiap kabupaten.

"Hingga awal pekan ini, target Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora telah mencapai hampir 70%," katanya.

Target sasaran cek kesehatan gratis di Kabupaten Blora adalah 925.434 orang. Hingga 24 November 2025, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora telah melakukan cek kesehatan gratis terhadap 631.876 orang.

"Temuan dari hasil cek kesehatan gratis untuk usia produktif antara usia 18 tahun hingga 60 tahun adalah paling banyak ya diabet, kolestrol, dan darah tinggi. Sementara untuk anak-anak temuan dari hasil cek kesehatan gratis lebih banyak pada permasalahan kesehatan gigi," kata Tangto, panggilan akrab Prih Hartanto.

Jumlah usia produktif yang telah dilakukan cek kesehatan gratis hingga pekan terakhir bulan November 2025 ada sejumlah 378.699 orang. Sementara untuk lansia di atas 60 tahun sejumlah 92.368 orang, dan usia anak-anak dan remaja 7 hingga 17 tahun sejumlah 130.063 anak.

"Cek kesehatan gratis juga menyasar anak usia 1 hingga 6 tahun, dan bayi usia 0 sampai 2 hari," imbuhnya.

Ada 27.822 anak usia 1 hingga 6 tahun yang telah dilakukan cek kesehatannya dari bulan Februari hingga pekan terakhir November 2025. Sementara bayi usia 0 hingga 2 hari ada sejumlah 2.924 bayi.

"Untuk mencapai target, kami juga mengadakan kerja sama dengan Baznas untuk mengadakan cek kesehatan gratis di desa-desa," pungkasnya.