Update korona Blora 5 Mei: 144 OTG dan 64 ODP

Foto: Tim Liputan Prokompim Blora

Kabid Pelayanan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Yul Purnawati turut menyampaikan perkembangan terakhir di rumah sakit tempat tugasnya terkait dengan temuan covid-19.

Selasa, 05 Mei 2020 17:00 WIB

BLORA (wartaSehat)—Perkembangan persebaran virus Corona di Kabupaten Blora untuk hari Selasa (5/5/2020), kembali diupdate oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, yang disampaikan oleh Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si.

Dengan didampingi Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dan Kepala Bidang Perhubungan Dinrumkimhub Blora, Sekda mengatakan bahwa hingga saat ini persebaran virus Corona masih terjadi di Kabupaten Blora.

“Hingga hari ini berdasarkan data yang masung dalam tim Gugus Tugas, jumlah OTG masih ada 144 orang, kemudian ODP ada 64 orang yang dipantau, PDP ada 11 orang yang diawasi. Adapun pasien positif rapid-test kini ada 17 orang, yang mana mulai kemarin Klinik Bakti Padma mulai digunakan untuk karantina pasien positif rapid-test. Sedangkan kasus positif Covid-19 jumlah ada 4, 2 sudah meninggal dan saat ini masih dua yang dirawat,” ucap Sekda.

Sementara itu, untuk jumlah pemudik menurut Sekda hingga Senin malam pukul 21.00 WIB (semalam) mencapai 29.250 jiwa.

“Dengan data tersebut mengindikasikan bahwa persebaran masih terjadi. Karena virus ini belum ada obatnya, maka langkah pencegahan yang paling ampuh ada kita semua harus patuhm, disiplin diri sendiri. Mulai dari disiplin jaga jarak, disiplin tidak berkerumun, disiplin pakai masker saat keluar rumah, dan cuci tangan pakai sabun guna memutus rantai persebaran virus,” tegas Sekda. 

Sementara itu Kabid Pelayanan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Yul Purnawati, menyampaikan bahwa hingga hari ini masih ada satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 yakni pasien dari Desa Kentong, yang beberapa hari lalu hasil swab test nya positif Covid-19.

“Pasien ini minggu lalu swabnya positif, dan rencananya hari ini hingga besok akan dilakukan pengambilan swab test kembali. Meskipun kondisinya membaik, akan tetap diisolasi sambil menunggu hasil swabnya kembali negatif berturut turut dua kali baru bisa dikembalikan ke rumahnya,” jelas drg. Yul Purnawati.

drg. Yul Purnawati juga mengatakan bahwa tenaga medis yang merawat pasien tersebut juga akan dilakukan pengambilan rapid-test guna pencegahan, agar tidak menularkan kepada pasien lain atau petugas medis lain.

“Rapid test akan dilakukan tujuh hari setelah mereka kontak dengan pasien. Kami mohon masyarakat ketika berobat ke RS bisa jujur untuk keselamatan petugas kesehatan yang ada,” tambahnya. (Tim Liputan Prokompim Blora)