Update korona Blora 6 April 2020: 577 orang ODP

Foto: Tim Liputan Prokompim Blora

Sekda Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi menyampaikan perkembangan terakhir penyebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Blora, Senin, 6 April 2020.

Senin, 06 April 2020 17:00 WIB

BLORA (wartaSehat)—Jumlah orang dalam pemantauan, atau dikenal dengan singkatan ODP untuk kasus covid-19 di wilayah Kabupaten Blora hingga Senin, 6 April 2020 berjumlah 577 orang. Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi dalam jumpa pers perkembangan terakhir penyebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Blora.

“Saat ini ODP atau orang dalam pemantauan jumlahnya mencapai 577 orang, selesai pemantauan 129 orang dan sisanya ada 448. Sedangkan PDP dan Positif Corona tidak ada. Semoga kondisinya bisa seperti ini terus, tidak ada PDP dan tidak ada positif Corona. Sedangkan ODP semoga segera selesai dipantau dan semuanya sehat,” ucap Sekda di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora.

Sedangkan jumlah pemudik hingga saat ini mencapai 13.429 jiwa. Sehingga pihaknya meminta agar Camat bersama Lurah dan Kades untuk terus memantau serta membatasi ruang gerak pemudik, utamanya yang ODP agar bisa melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari.

Selanjutnya, Sekda menyampaikan bahwa saat ini terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri yang mengharuskan setiap Pemerintah Daerah untuk melaksanakan Refokusing atau Rasionalisasi kegiatan-kegiatan yang belum begitu mendesak untuk dijadikan sebagai kegiatan dalam rangka penanganan Covid-19.

“Hal ini sedang kita bahas, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terselesaikan. Yang mana dalam pembahasan ini ada tiga hal yang diperhatikan, yakni dampak kesehatan, dampak ekonomi, dan dampak sosial. Semuanya sedang kami hitung kebutuhan anggaran untuk ini. Kita akan bentuk pokja dampak kesehatan, pokja dampak ekonomi dan pokja dampak sosial dengan harapan semuanya bisa teratasi dengan baik,” jelas Sekda.

Sedangkan Dirut RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG menyatakan bahwa saat ini tidak ada pasien yang di rawat di ruang isolasi RSUD Blora, sehingga dalam 2-3 hari ini dimanfaatkan untuk melakukan rehab kamar isolasi agar standart keamanannya lebih baik, sehingga lebih aman untuk pasien dan tenaga medis.

Pihaknya meminta bagi seluruh masyarakat yang menunggu pasien rawat inap di rumah sakit maupun pasien periksa kesehatan untuk menggunakan masker agar bisa saling menjaga dan meningkatkan kewaspadaan. ***